Category Archive On Media

Pertamina Lubricants Kolaborasi Studi Rantai Bisnis Grease bersama NTG Indonesia

Jakarta-PINews.com,-  PT Pertamina Lubricants, bersama dengan PT NTG Indonesia hari ini menandatangani Memorandum of Understanding  (MoU) Joint Study untuk mengembangkan rantai bisnis pelumas specialties grease (gemuk). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Afandi dan President Director PT NTG Indonesia Kyoji Sakoda di kantor Pertamina Lubricants, Gd. Oil Center, Thamrin.

Acara signing ceremony juga dihadiri oleh jajaran Direksi dan Manajemen kedua belah pihak bersama dengan Induk perusahaan PT NTG Indonesia yakni Nippon Grease Japan meliputi; Direktur PT NTG Indonesia Mr. Tatsuo Matsuyama; Technical Advisor PT NTG Indonesia Takehito Inada; Sales Manager PT NTG Indonesia Johanes Gunady; Managing Director – Production and R&D Nippon Grease Japan Yasushi Kawamura; General Manager-Grease Sales Division Nippon Grease Japan Shiro Koizumi; General Manager Overseas Sales Division Nippon Grease Japan Kyoji Sakoda; Section Manager-Overseas Sales Division Nippon Grease Japan Masashi Kunikawa; Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants Andria Nusa dan Direktur Finance & Business Support PT Pertamina Lubricants Andre Herlambang; dan VP Corporate Development PT Pertamina Lubricants Mohamad Zuchri.

Tujuan dari kolaborasi studi pengembangan rantai bisnis grease ini adalah untuk menyatukan keahlian masing-masing korporasi dalam menjalankan studi kelayakan bisnis grease di Indonesia dan mengembangkan serta membuka kesempatan-kesempatan yang ada dalam bisnis terkait. Diharapkan bahwa dengan joint study ini akan mengembangkan rantai bisnis grease di Indonesia dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kelayakan teknis dan ekonomi bisnis terkait, aspek penjualan dan pemasaran, serta mematuhi peraturan pemerintah yang ada.

”Kami mengucapkan terimakasih kepada NTG atas kerjasama ini. Kami percaya bahwa kolaborasi studi ini akan menghasilkan sebuah kajian yang baik, dimana pengalaman setiap korporasi dapat memberikan insight yang baik untuk pengembangan rantai bisnis grease di Indonesia,’ demikian disampikan Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Affandi.

Saat ini, PT Pertamina Lubricants sudah mengoperasikan Grease Plant di Production Unit Jakarta dengan kapasitas sebesar 8.000 MT / tahun.

PT NTG Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual Grease, Heat treatment oil, tool oil, minyak pelumas, viscosity standard oil dan masih banyak lainnya dan sedang mengkaji kelayakan bisnis pelumas khususnya di Indonesia.

http://portalindonesianews.com/posts/view/3526/pertamina_lubricants_kolaborasi_studi_rantai_bisnis_grease_bersama_ntg_indonesia

Pelita Air Jajal Bandara Warukin

PROKAL.COTANJUNG – Untuk memastikan keikutsertaan penerbangan di Bandara Warukin di Kabupaten Tabalong, PT Pelita Air Service, Senin (9/5) siang kemarin menggelar ekspose di hadapan jajaran petinggi Pemerintah Kabupaten Tabalong di Aula Penghulu Rasyid, Sekretariat Daerah Tabalong.

Hadir PLT Presiden Direktur PT Pelita Air, Andre Herlambang dan Supervisor  Airport Safety PT Pelita Air Service, Agus Sutriono untuk menyampaikan maksud kedatangannya ke Bumi Saraba Kawa yang langsung disambut Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, Sekretaris Daerah Tabalong H Abdul Mutalib Sangaji dan sejumlah pejabat lainnya. selain mereka sejumlah wakil rakyat setempat dipimpin Ketua Komisi III, Jurni juga ada.

Dalam ekposenya, maskapai anak perusahaan PT Pertamina itu membeberkan kemampuannya dalam mengelola Bandara dan keterlibatan mereka dalam penerbangan pesawat. Bahkan, berbagai jenis pesawat ATR 42 dan ATR 72 jenis terbaru pun dimiliki dan siap menjajal Warukin.

Selain itu, mereka pun siap memberikan layanan penerbangan tidak sekedar Tanjung-Banjarbaru, tapi juga Tanjung-Surabaya sebagaimana usulan dari maskapai terbesar di Indonesia, yakni Garuda.

Namun dari semua itu Pelita ingin menyurvey terlebih dahulu tingkat penggerakan masyarakat untuk mengetahui antusias penumpang di Kabupaten Tabalong. “Saya ingin melihat transportasi masyarakat ke bandara untuk radiasi perjalanan satu jam ke bandara. Jika itu banyak masih memungkinkan,” terang Andre.

Jika data yang diminta itu bisa dipenuhi, Andre sudah memastikan PT Pertamina untuk membuatkan laporan terkait pengembangan bandara di Kecamatan Tanta tersebut supaya bisa mendukung penerbangan ATR 72. Baik terkait overlay, terminal dan lain-lain.

Tindak-lanjut dari semua hasil ekspose yang sudah terpenuhi berbuntut pada pembentukan tim kecil kedua belah pihak untuk memastikan kondisi bandara siap atau tidaknya dituruni pesawat jenis 80-an orang penumpang. Ditambah adanya MOU atau kesepakatan bersama antara Pertamina dan Pemkab Tabalong, serta Pelita sendiri.

Agus Sutriono sendiri mengusulkan ke Pemkab Tabalong untuk keamanan dilakukan tes pada overlay runway sehingga dalam proses penerbangan bisa aman. Baik terkait retakan, ketebalan dan kekayaannya. Disertai tes taxiway dan hal lainnya.

Bupati sendiri sangat berharap bandara itu bisa segera beroperasi meski diawali ATR 42 untuk penerbangan Tanjung -Banjarmasin dan Tanjung- Balikpapan.

“Kami akan mengirimkan surat dukungan ke Pelita dan Pertamina untuk pengecekan bandara,” ujarnya, sembari memberitahukan kalau bandara itu sudah ada sejak jaman Belanda, sehingga tidak perlu lagi keamanan runwaynya.

Terkait tim kecil, dia sangat setuju. Untuk itu Pemkab Tabalong akan membentuk tim kecil sebagaimana usulan Pelita, sehingga proses kerjasama bisa berjalan.

Lebih dari itu, dia sendiri memberitahukan jika Bandara Warukin bisa dikembangkan untuk penerbangan pesawat yang lebih besar. Tidak sekedar jenis ATR, namun lebih dari itu.

Sementara dari sisi DPRD, Jurni menegaskan supaya Pelita bisa melakukan penebangan ke Surabaya dari Tanjung. Sejalan dengan itu dilakukan pengetesan dan perbaikan bandara. Mereka sangat mendukung percepatan fungsi bandara, walau pengelolaanya tidak dilakukan Pemkab Tabalong, tapi Pertamina.(ibn/yn/ram)

http://kalsel.prokal.co/read/news/3068-pelita-air-jajal-bandara-warukin.html

Pemprov Kaltara dan Pemkab Puncak Papua Gandeng Pelita Air

Pemprov Kaltara dan Pemkab Puncak Papua Gandeng Pelita Air

JAKARTA – PT Pelita Air Service menandatangani kerja sama operasi pesawat N219 dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) dan Pemerintah Kabupaten Puncak Papua.

Melalui kerja sama ini Pelita Air Service akan menjalankan operasional pesawat N219 serta perawatannya bagi Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab Puncak Papua. Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT Pelita Air Service Andre Herlambang dengan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik di Singapore Air Show, Kamis (8/2/2018).

Direktur Keuangan Pelita Air Service Andre Herlambang menyampaikan bahwa Pelita Air Service memiliki pengalaman yang mumpuni dalam layanan manajemen pesawat dari pengoperasian hingga perawatannya. Selama ini Pelita Air Service telah dipercaya untuk mengoperasikan dan merawat pesawat VVIP BAE RJ 85 milik Sekretariat Negara.

“Oleh karena itu, Pelita Air Service menawarkan layanan manajemen pesawat dari pengoperasian hingga perawatannya kepada pemerintah daerah yang memiliki pesawat N219,” kata Andre melalui siaran pers.

Layanan ini meliputi pengoperasian pesawat serta perawatan hariannya sehingga pihak Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab Puncak Papua dapat menggunakan pesawat N219 dengan aman dan nyaman. Ditegaskan pula bahwa kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di Indonesia.

Sebelumnya, PT Pelita Air Service juga menandatangani kesepakatan kerja sama komersialisasi pesawat N219 dengan PT Dirgantara Indonesia. Kerja sama komersialisasi pesawat N219 ini meliputi pembelian 20 pesawat N219 serta penyertaan PT Pelita Air Service dalam proses delivery centre dan finishing pesawat N219.

“Melalui kerja sama ini diharapkan tercapai sinergi BUMN dan anak perusahaan BUMN guna memajukan dunia dirgantara Indonesia,” tandasnya.

https://ekbis.sindonews.com/read/1280507/34/pemprov-kaltara-dan-pemkab-puncak-papua-gandeng-pelita-air-1518085711

Pelita Air Jadi Operator Pesawat N219 Yang Dibeli Pemda

Pelita Air Jadi Operator Pesawat N219 Yang Dibeli Pemda

PT Pelita Air Service menandatangani kerjasama operasi pesawat N219 dengan Pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Puncak Papua. Jika pesawat rampung dibuat PT Dirgantara Indonesia, anak perusahaan Pertamina ini bakal mengopreasikan pesawat tersebjut.

Selain operasional pesawat N219, perseroan bakal melakukan perawatannya bagi Pemerintah Propinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Puncak Papua. Pelita Air Service mengklaim memiliki pengalaman yang mumpuni dalam layanan manajemen pesawat dari pengoperasian hingga perawatannya.

Direktur Keuangan Pelita Air Service Andre Herlambang menegaskan, selama ini Pelita Air Service telah dipercaya untuk mengoperasikan dan merawat pesawat VVIP BAE RJ 85 milik Kementerian Sekretariat Negara. “Kerjasama ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, PT Pelita Air Service menandatangani kesepakatan kerjasama komersialisasi pesawat N219 dengan PT Dirgantara Indonesia. Kerjasama komersialisasi pesawat N219 ini meliputi pembelian 20 pesawat N219 serta penyertaan PT Pelita Air Service dalam proses Delivery Centre dan Finishing pesawat N219.

https://bumntrack.com/transportasi/pelita-air-jadi-operator-pesawat-n219-yang-dibeli-pemda

Pelita Air Operasikan Pesawat N219 Nurtanio di Kalimantan dan Papua

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pelita Air Service akan menjalankan operasional pesawat N219 Nurtanio serta perawatan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak Papua.

Hal tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan kerja sama operasi pesawat N219 Nurtanio dengan kedua pemerintah daerah tersebut. Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT Pelita Air Service Andre Herlambang dengan Gubernur Propinsi Kalimantan Utara DR H  Irianto Lambrie dan Bupati Kabupaten Puncak Propinsi Papua Willem Wandik di Singapore  Air Show. Direktur Keuangan Pelita Air Service Andre Herlambang  menyampaikan, Pelita Air Service memiliki pengalaman yang mumpuni dalam layanan manajemen pesawat dari  pengoperasian hingga perawatannya.

Selama ini Pelita Air Service telah dipercaya untuk mengoperasikan dan merawat pesawat VVIP BAE  RJ 85 milik Kementerian  Sekretariat Negara,” ujar Andre melalui keterangan resmi, Jumat (8/2/2018). Pelita Air Service menawarkan layanan manajemen pesawat dari  pengoperasian hingga perawatannya kepada Pemerintah yang memiliki pesawat N219.

“Layanan ini meliputi pengoperasian pesawat serta perawatan hariannya sehingga  pihak Pemerintah Propinsi  Kalimantan Utara dan Pemerintah  Kabupaten Puncak Papua dapat menggunakan pesawat N219 dengan aman dan nyaman,” tambahnya. Sebelumnya, PT Pelita Air Service juga menandatangani kesepakatan kerja sama komersialisasi pesawat N219 dengan PT Dirgantara  Indonesia.

Kerja sama komersialisasi  pesawat N219 ini meliputi  pembelian 20 pesawat  N219  serta  penyertaan PT Pelita Air  Service dalam proses Delivery  Centre dan Finishing pesawat  N219. “Melalui kerja sama ini diharapkan  tercapai sinergi BUMN dan Anak  Perusahaan BUMN guna mendorong dunia dirgantara Indonesia,” pungkasnya

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/09/110000226/pelita-air-operasikan-pesawat-n219-nurtanio-di-kalimantan-dan-papua.
Penulis : Pramdia Arhando Julianto
Editor : Aprillia Ika

2017, Kinerja Pelita Air Service Melonjak Signifikan

JAKARTA- Kinerja keuangan PT Pelita Air Service (PT PAS) pada tahun buku 2017 mengalami kenaikan signifikan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan laba bersih sebesar USD 2,7 juta atau meningkat 552% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 0,48 juta. Tidak hanya itu, tingkat kesehatan perusahaan pun meningkat, dari sebelumnya dengan Sehat A menjadi Sehat AA.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT PAS Dani Adriananta di hadapan media massa usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2017, di Gedung Pelita Air Service, Jakarta, pada Rabu (9/5/2018). Tampak mendampingi Dani, Direktur Keuangan dan Umum Andre Herlambang dan Direktur Produksi Tri Harwiyono.

Dani mengatakan, ada beberapa aspek yang mendorong peningkatan laba yang mencapai 552%. Di antaranya produktivitas SDM meningkat dan aset-aset produktif PT PAS bekerja dengan baik.

“Ada beberapa aset tua kami lepas dan secara struktur kami lebih ramping. Itu yang membuat kami lebih produktif. Kami juga melakukan efisiensi tanpa melupakan safety. Selain itu, kami berkolaborasi juga dengan mitra yang andal. Itulah aspek-aspek yang mendorong laba tersebut,” katanya.

Ia juga menjelaskan upaya transformasi yang dilakukan PT Pelita Air Service. Pertama, pengembangan pasar dan sinergi BUMN melalui pelaksanaan distribusi BBM Satu Harga di Tarakan dan Papua yang dijalankan oleh Pelita Air sejak 18 Oktober 2016 dengan menggunakan pesawat Air Tractor 802 serta sinergi dengan anak perusahaan Pertamina Group seperti PHE, PHM, dan lainnya. Kedua, melakukan restrukturasi organisasi yang menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 25% dari USD 174,320 per pekerja di tahun 2016 menjadi USD 218,305 per pekerja di tahun 2017. Ketiga, melakukan optimasi aset perusahaan melalui program revitalisasi Bandara Pondok Cabe yang mendorong diterbitkannya sertifikat Bandar Udara Pondok Cabe sebagai Bandara Khusus-Domestik. Pelita Air Service juga mereaktifasi Bandara Tanjung Warukin di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

“Adanya peningkatan ini membuat kami memiliki tantangan baru. Sebagai anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang aviasi dan dipercaya untuk mengelola aset Bandara, kedepannya kami akan meningkatkan kerja sama dengan TNI AU dan Angkasa Pura untuk menjalankan operasional Pondok Cabe. Kami juga akan meluncurkan layanan Helicopter Emergency Medical Services menggunakan helikopter yang dilengkapi dengan tenaga medis dan fasilitas medis,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum PT PAS Andre Herlambang menambahkan, pendapatan yang telah diaudit naik 6% menjadi USD 56,54 juta dibanding pendapatan audit pada 2016 USD 53,34 juta. Beban pokok pendapatan juga naik dari sebelumnya USD 45,36 juta menjadi USD 47,78 juta.

Sedangkan Direktur Produksi Tri Harwiyono mengungkapkan kinerja operasional dan HSE PT PAS tahun 2017 yang juga mengalami peningkatan. Secara jam terbang realisasi 2016 hanya 9.286 dan tahun 2017 meningkat menjadi 10.525. Selain itu, dalam operasional PT PAS tidak ada fatality, lost time injury, restricted work day case, medical treatment case, first aid case dan hanya ada dua yang mengalami nearmiss.

“Jadi sepanjang 2017 safe manhours kami 1.123.381 jam kerja aman,” pungkasnya.•DEKA/FT. ADITYO

https://www.pertamina.com/id/news-room/energia-news/2017-kinerja-pelita-air-service-melonjak-signifikan

Pelita Air Dapat Proyek Kelola Pesawat N-219 Milik Pemda

Pelita Air Dapat Proyek Kelola Pesawat N-219 Milik Pemda

PT Pelita Air Service yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero), bekerjasama untuk mengoperasikan dan mengelola pesawat N219 milik dua pemerintah daerah (Pemda). Kedua pemda tersebut adalah Provinsi  Kalimantan Utara dan Kabupaten Puncak di Papua.

Kesepakatan kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT Pelita Air Service Andre Herlambang, dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Irianto Lambrie, serta Bupati Kabupaten Puncak Provinsi Papua Willem Wandik. Penandatanganan dilakukan di kegiatan Singapore Air Show, Jumat (9/2).
Dikutip dari pernyataan resmi yang disampaikan perusahaan, Direktur Keuangan Pelita Air Service Andre Herlambang mengatakan bahwa Pelita Air Service memiliki pengalaman dalam layanan manajemen pesawat dari pengoperasian hingga perawatannya.

Selama ini Pelita Air Service juga telah dipercaya untuk mengoperasikan dan merawat pesawat VVIP, BAE RJ 85 milik Kementerian Sekretariat Negara. Dengan pengalaman itu, Pelita Air Service menawarkan layanan manajemen pesawat dari pengoperasian hingga perawatannya, kepada institusi yang memiliki pesawat N219.
Layanan ini meliputi pengoperasian pesawat serta perawatan hariannya. Dengan begitu, Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab Puncak, Papua, dapat menggunakan pesawat N219 dengan aman dan nyaman.

Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), terbang perdana pada Agustus 2017 lalu. Hingga kini N219 masih menjalani serangkaian uji terbang untuk mendapatkan sertifikat sebagai pesawat sipil komersial.
PTDI baru dapat memproduksi secara komersial pesawat N219 pada 2019 mendatang. Unit perdana pesawat ini diperkirakan diserahkan ke konsumen pada Juli 2019. Sejauh ini, industri dirgantara nasional itu sudah mendapatkan pesanan sebanyak 80 unit.

Sebelumnya, PT Pelita Air Service juga menandatangani kesepakatan kerja sama komersialisasi pesawat N219 dengan PT Dirgantara Indonesia. Kerja sama komersialisasi pesawat N219 itu meliputi pembelian 20 pesawat N219 serta penyertaan PT Pelita Air Service dalam proses delivery centre dan finishing pesawat N219.
PT Pelita Air Service merupakan anak perusahaan PT Pertamina (persero) yang bergerak di bidang aviasi. Berdiri sejak tahun 1970, PT Pelita Air Service memiliki tujuan utama untuk mendukung transportasi udara untuk kelancaran operasional industri migas di Indonesia.
Seiring perkembangan bisnis, Pelita Air Service mengkhususkan layanan transportasinya pada jasa layanan penerbangan carter serta pengelolaan dan perawatan pesawat.

https://kumparan.com/@kumparanbisnis/pelita-air-dapat-proyek-kelola-pesawat-n-219-milik-pemda

Laba Pelita Air Service Melonjak 552%

JAKARTA – PT Pelita Air Service pada 2017 meraih laba bersih USD2,7 juta atau setara Rp38 miliar. Angka ini melonjak sekitar 552% jika dibandingkan 2016 yang tercatat USD0,48 juta atau setara Rp7 miliar.

Direktur Utama Pelita Air Service Dani Adriananta mengatakan, laba bersih 2017 tumbuh signifikan karena merupakan hasil transformasi yang dijalankan perseroan sejak 2016 setelah sebelumnya pada 2015 mengalami kerugian sebesar USD21,25 juta. Perolehan laba bersih didorong pertumbuhan pendapatan pada 2017 naik sebesar 6% menjadi USD56,54 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD53,34 juta.

”Ini merupakan hasil transformasi yang kami lakukan sehingga kinerja perusahaan semakin meningkat,” ujar dia saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di kantor Pelita Air Service, Jakarta, Rabu (9/5).

Menurut dia, langkah transformasi yang dilakukan Pelita Air Service, diantaranya pengembangan pasar dan sinergi BUMN melalui pelaksanaan distribusi BBM Satu Harga di Tarakan dan Papua. Pendistribusian ini dijalankan perseroan sejak 18 Oktober 2016 dengan menggunakan pesawat Air Tractor 802 serta sinergi dengan anak perusahaan Pertamina Group lainnya, seperti Pertamina Hulu Energi dan Pertamina Hulu Mahakam.

Tak hanya itu, Pelita Air Services juga melakukan restrukturisasi organisasi melalui program optimasi sumber daya manusia yang menghasilkan peningkatan produktivitas sebesar 25% dari USD174,3 per pekerja pada 2016 menjadi USD218,3 per pekerja pada 2017.

Selain itu, pihaknya juga melakukan optimasi aset perusahaan melalui program revitalisasi Bandara Pondok Cabe yang mendorong diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara Pondok Cabe sebagai Bandar Udara Khusus Domestik.

Pelita Air Service juga melakukan reaktivasi Bandara Tanjung Warukin di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang ditandai dengan peresmian bandara pada 4 Desember 2017 dan pelaksanaan penerbangan perdana Jakarta-Tanjung Warukin pada 7 Mei 2018.

Pencapaian ini, kata Dani, tidak mudah karena 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan. Sebab, perusahaan dihadapkan pada situasi di mana pelanggan utama perusahaan, yakni perusahaan migas di Indonesia harus menjalankan program efisiensi seiring turunnya harga minyak dunia.

”Namun demikian, perusahaan tetap dapat memberikan hasil yang maksimal melalui penghematan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan perusahaan,” ujarnya.

Direktur Keuangan dan Umum Pelita Air Service Andre Herlambang menambahkan, selama 2017, secara umum kinerja operasional perseroan mencatatkan pertumbuhan melalui peningkatan misi penerbangan sebesar 40 dari 1.059 misi penerbangan pada 2016 menjadi 1.479 misi penerbangan pada 2017. Peningkatan kinerja operasional ini utamanya dipengaruhi oleh operasional Air Tractor 802 yang mendistribusikan BBM di wilayah Tarakan dan Papua.

nanang wijayanto

http://koran-sindo.com/page/news/2018-05-11/2/6/Laba_Pelita_Air_Service_Melonjak_552_

Denzel Perryman Womens Jersey